Logo Infraloka
Thought Leadership

Ketahanan Dimulai dengan Mendengar, Bukan Memberi Cap

Teman-teman muda saling memberikan dukungan

Pemuda membutuhkan ruang untuk bangkit dari kegagalan dan akses pada bantuan ketika beban yang dihadapi membutuhkan pendampingan.

RAHMAT WIBOWO | 28 OKTOBER 2026

Seorang teman menerima komentar tajam lalu terdiam. Menyebutnya lemah tidak menjelaskan apa yang sedang ia alami. Langkah pertama yang lebih baik adalah bertanya apakah ia ingin bercerita, lalu mendengarkan tanpa buru-buru menghakimi.

Dua kebutuhan yang berbeda

Ketahanan adalah kemampuan merespons dan pulih saat keadaan tidak berjalan baik. Kemampuan ini bisa didukung melalui latihan, hubungan yang baik, istirahat, dan akses pada sumber daya. Gangguan kesehatan mental, sementara itu, bukan bukti seseorang kurang berkarakter atau kurang berusaha. Sebagian orang membutuhkan pendampingan profesional; perintah untuk “lebih kuat” tidak menggantikannya.

Laporan yang menjadi dasar seri ini membahas survei I-NAMHS pada remaja Indonesia usia 10–17 tahun. Survei itu membedakan masalah kesehatan mental yang dilaporkan dari gangguan yang memenuhi kriteria diagnosis. Keduanya tidak boleh disatukan menjadi angka depresi, apalagi dianggap sebagai bukti bahwa media sosial menyebabkan seluruh masalah tersebut. Laporan sumber mencatat bahwa angkanya dikutip melalui pemberitaan sekunder.

Jeda sebelum merespons

Ketika penolakan atau kritik terasa berat, coba urutan sederhana: beri nama pada perasaan; jeda sebelum membalas; pisahkan apa yang benar-benar dikatakan dari tafsir kita; lalu tentukan apa yang ingin disampaikan. Pesan bisa berisi fakta, dampak, dan permintaan. Kita juga boleh memilih untuk meminta bantuan.

Ini latihan praktis, bukan pengobatan atau janji bahwa beban akan langsung hilang. Tekanan dan sumber daya setiap orang berbeda. Keberanian seseorang tidak perlu diukur dari seberapa diam ia menanggung kesulitan.

Menjadi teman yang lebih baik

Ajukan pertanyaan terbuka, beri ruang untuk menjawab, dan hindari mengubah percakapan menjadi ceramah. Jika teman menghendaki, tawarkan untuk menemaninya mencari bantuan. Bila beban menetap atau mengganggu kehidupan sehari-hari, psikolog, dokter, atau layanan kesehatan setempat dapat membantu menilai kebutuhan berikutnya.

Istilah “mental tempe” sering dipakai untuk mempermalukan orang yang kesulitan. Kita bisa berbicara tentang kegigihan tanpa menjadikan rasa sakit seseorang sebagai ejekan. Pada Hari Sumpah Pemuda, solidaritas dapat dimulai dari percakapan yang tidak mensyaratkan orang membuktikan dirinya kuat sebelum didengar.

Sumber: Diadaptasi dari Menepati Janji di Zaman AI: Pesan untuk Pemuda, bagian 4 dan 8. Untuk konteks sejarah, lihat pidato Bung Karno 1966. Artikel ini informasi umum, bukan diagnosis.

Artikel terkait