Logo Infraloka
Thought Leadership

Sulit Mencari Kerja Bukan Kegagalan Pribadi

Pencari kerja muda Indonesia memeriksa portofolio bersama mentor

Pencari kerja muda dapat membangun bukti kemampuan, sementara pemberi kerja dan lembaga ikut membuka jalan masuk yang lebih adil.

RAHMAT WIBOWO | 28 OKTOBER 2026

Mengirim lamaran tanpa mendapat jawaban bisa membuat seseorang mempertanyakan nilai dirinya. Padahal penerimaan kerja tidak hanya bergantung pada usaha pribadi: lowongan, kondisi ekonomi, jaringan, lokasi, dan akses pelatihan ikut menentukan peluang yang tersedia.

Laporan sumber menggambarkan pengangguran pemuda Indonesia yang lebih tinggi daripada tingkat nasional pada 2026. Angkanya diambil dari pemberitaan tentang rilis BPS, belum diperiksa langsung pada publikasi BPS asli. Angka itu perlu dicocokkan di sana sebelum dipakai sebagai statistik resmi. Data tersebut juga tidak menetapkan seberapa besar kesulitan itu disebabkan oleh AI.

Apa yang bisa dijelaskan penelitian AI di luar negeri

Laporan itu juga membahas penelitian Amerika Serikat tentang pekerjaan dalam bidang yang terpapar AI. Datanya berasal dari Amerika Serikat, dan penulis menggambarkan temuannya sebagai observasional. Penelitian itu tidak menetapkan dampak yang sama di Indonesia atau membuktikan bahwa semua pekerjaan pemula akan hilang.

Sebagian tugas akan berubah ketika alat berubah. Pemberi kerja tetap perlu menjelaskan keterampilan yang dibutuhkan, menyediakan jalan bagi pemula untuk memperoleh pengalaman, dan menilai pelamar secara adil. Persiapan individu penting, tetapi tidak dengan sendirinya menciptakan lowongan.

Bangun proyek yang bisa dijelaskan

Pilih satu peran yang menarik bagi Anda dan bandingkan persyaratannya dengan keterampilan saat ini. Pilih satu celah untuk dipelajari. Proyek kecil dapat menunjukkan cara Anda menangani masalah: analisis data, tulisan, prototipe, atau pekerjaan bersama komunitas. Jelaskan kontribusi Anda dan mintalah masukan.

AI dapat membantu latihan atau mencari alternatif. Periksa hasilnya dan pastikan Anda bisa menjelaskan keputusan sendiri. Jaga informasi pribadi orang lain dan mintalah izin sebelum menampilkan karya mereka dalam portofolio.

Sesuaikan rencana dengan kehidupan Anda

Laporan sumber mengusulkan rencana belajar dua belas minggu: tentukan peran dan celah keterampilan, berlatih teratur, selesaikan proyek, lalu kumpulkan masukan. Sesuaikan durasinya dengan waktu dan sumber daya yang tersedia. Rencana adalah alat untuk mengatur usaha, bukan jaminan pekerjaan atau ukuran nilai seseorang.

Mentor, sekolah, pemberi kerja, dan lembaga publik sama-sama berperan memperluas akses pada pekerjaan yang layak. Pemuda yang mencari kesempatan pertama berhak mendapat dukungan praktis dan penilaian yang adil, bukan asumsi bahwa setiap penolakan menunjukkan kurangnya usaha.

Sumber: Diadaptasi dari Menepati Janji di Zaman AI: Pesan untuk Pemuda, bagian 5. Laporan tersebut menyebut penelitian Amerika Serikat oleh Brynjolfsson, Chandar, dan Chen di Stanford Digital Economy Lab; statistik Indonesia perlu dicocokkan dengan publikasi BPS.

Artikel terkait